Minggu, 30 Agustus 2020

Seribu Cerita Dalam Gubuk Derita

 

Seribu Cerita Dalam Gubuk Derita

Karya : Ahmet Chaw


           Kondisi Rumah Nenek Eem, Jum’at (28/8/2020) Warungkondang, Cianjur Jawa Barat

 

Dari gubuk ini saya belajar beribu cerita, kadang tersusun dari seribu derita manusia yang terhimpun dari seribu berita. Duduk merenung, ditemani es kelapa muda, di kala sinar matahari membakar asa. Sebaris judul, sederet pemikiran liar, segumpal masalah, beberapa hikmah, lalu kutuang setelah matang ke dalam sebuah kisah.

Di gubuk ini kutemukan ribuan kosa kata, sebanyak jalinan anyaman bambu yang menjadi dindingnya. Saling-silang dan saling menguatkan hingga cerita tertulis berlembar-lembar jumlahnya, kadang tumpang tindih dan bertumpuk-tumpuk, yang penting sebuah cerita telah terbentuk.

Di gubuk ini nenek Eem sering menyendiri, berkontemplasi, kadang introspeksi, kadang sengaja membiarkan tumbuh kecambah imajinasi. Hidup semakin pelik dan ngulik. Ada saatnya akal dan logika yang telah ada gagal menjawab seribu tanya. Maka di gubuk ini kerap menemukan jawabannya. Dalam seribu cerita, seribu derita dan seribu berita. Kadang tanpa tema, tanpa tanda baca dan tanpa tahu apa maknanya, namun yang nenek tahu, pasti bila saatnya tiba semua akan jelas terbuka.

Sang nenek bercerita padaku, tentang masa depan orang kecil di desa yang selalu terbelakang, tentang permasalahan tetangga, sesekali memperbincangkan carut-marut bangsa dan negara yang tiada habisnya. Tentang hidupnya sebatang kara, setiap hari berteman Kasur bantal yang telah tergelar seribu cerita orang desa, dengan seribu berita, lebih didominasi problema, derita dan do’a. Di gubuk ini tersimpan seribu keluhan orang-orang terbuang dan terpinggirkan. Juga rencana dan harapan yang lebih sering gagal diwujudkan. Lalu terkumpul dalam benak dan pikiran, dan tinggal kutuangkan dalam sebuah tulisan. Di gubuk ini kutemukan seribu kegelisahan, kecemasan dan ketakutan melihat keadaan yang semakin memprihatinkan. Beratnya kehidupan, sulitnya untuk bertahan, lelahnya menghadapi gempuran perkembangan zaman. Tak ada yang bisa dilakukan kecuali harus tetap menghadapi sepahit apapun kenyataan.

Semoga apa yang menjadi harap dan ratap sang nenek dalam doa, Allah wujudkan jadi nyata.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ucapan Cinta

  Selamat Ulang Tahun yang Ke-16 Orda Karmapack   Ucapan Cinta Bagian dari keluarga, Orang-orang yang biasa aku lihat setiap hari Duduk b...